Teknologi

Trending Topik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Profesinalisme polisi

Written By Unknown on Minggu, 25 Maret 2012 | 19.24

Minggu, 25 Maret 2012


Polisi merupakan profesi penegak hukum yang cukup prestisius  bagi lulusan fakultas Hukum. Menjadi polisi berarti menjadi garda terdepan proses penegakan hukum. Dewasa ini profesi polisi begitu menjanjikan bagi seluruh mahasiswa tidak hanya lulusan fakultas hukum saja, melainkan lulusan beberapa disiplin  ilmu yang memang secara langsung maupun tidak langsung bertautan dengan profesi  ini. Jamak dari beberapa mahasiswa menyangka bahwa untuk menjadi polisi haruslah melalui jalur Akademi Kepolisian dengan seleksinya yang begitu ketat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Akademi Kepolisian pun kini hanya diperuntukan bagi lulusan SMA/MA sederajat yang tentu saja tak membuka kesempatan bagi lulusan Sarjana untuk masuk didalamnya kecuali adanya perubahan kebijakan seperti yang terjadi pada Medio 2007 hingga 2008 lalu dimana salah satu persyaratan untuk menjadi taruna Akpol adalah lulusan sarjana.  Sejak 2009 hingga sekarang, pelaksanaan seleksi Akademi Kepolisian hanya akan fokus merekrut lulusan SMA/MA sederajat dengan mekanisme seleksi dan kualifikasi yang telah ditetapkan. Selain melalui jalur seleksi ini, menjadi polisi dapat juga dilakukan dengan melalui seleksi Bintara dengan konsekuensi golongan kepangkatan dan jabatan yang berbeda dengan melalui Akademi Kepolisian. Bintara diperuntukan bagi tenaga operasional dan teknis di lapangan, sedang lulusan AKPOL merupakan calon-calon pemimpin POLRI di masa mendatang. Komponen pendidikan dan jenjang karir pun jauh berbeda. Lulusan AKPOL seketika itu saja menjadi Inspektur Dua atau Perwira Pertama yang secara kepangkatan jauh diatas lulusan Sekolah Polisi Negara yang mencetak Bintara – Bintara yang nantinya hanya akan mendapatkan pangkat Brigadir Dua atau Bripda. Untuk menjadi Inspektur Dua, Seorang polisi berpangkat Brigadir Dua harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melewati berbagai jenjang karir lagi diatasnya seperti, Brigadir Satu, Brigadir Kepala, Ajun Inspektur Dua, Ajun Inspektur Satu untuk selanjutnya menjadi Inspektur Dua. Sedang melalui AKPOL, seorang polisi berpangkat IPDA hanya tinggal beberapa langkah saja menuju karir kepemimpinan yang cemerlang di institusi sipil bersenjata ini.
          Untuk lulusan sarjana, SIPSS atau Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana merupakan pilihan yang tepat. Dengan menitikberatkan pada kebutuhan ahli demi kelancaran tugas negara Kepolisian Republik Indonesia, SIPSS membuka rekruitmen khusus bagi Sarjana – Sarjana lulusan Perguruan Tinggi terakreditasi untuk mengikuti seleksi  dan menjadi bagian dari Korps Bhayangkara dengan pangkat yang setara dengan lulusan Akademi Kepolisian, Yakni Inspektur Dua. Lama pendidikan yang ditempuh hanya 6 bulan saja, jauh berbeda dengan Akademi Kepolisian yang harus ditempuh selama 4 tahun lamanya. Tapi patut pula disadari bahwa, lulusan AKPOL dan SIPSS punya karakteristik yang cukup berbeda. Lulusan AKPOL dipersiapkan sebagai calon pemimpin POLRI sehingga jabatannya secara strukturalberbeda cukup signifikan dari lulusan SIPSS yang diperuntukan sebagai tenaga ahli dibidangnya untuk membantu tuga POLRI. Perbedaan juga terlihat dari jenjang karir yang dimiliki oleh masing-masing lulusan AKPOL dan SIPSS. Lulusan AKPOL dapat saja langsung melejit ke pucuk tertinggi sementara lulusan SIPSS tak demikian. Meski begitu oportunitas yang diberikan lembaga penegak hukum ini bagi lulusan SIPSS juga tak kalah besarnya bagi persona yang dinilai mumpuni dan kompeten untuk merengkuh karir kepemimpinan secara struktural. Hal tersebut dapat dilihat dengan contoh adanya lulusan SIPSS yang menjadi KAPOLDA dan Pimpinan Divisi yang cukup prestisius di Kepolisian Republik Indonesia berpangkat bintang atau Perwira Tinggi. (adn_lcdc)
Read More | komentar

Bahaya Virus Komputer

Written By Unknown on Jumat, 27 Januari 2012 | 01.10

Jumat, 27 Januari 2012

Menanggulangi Bahaya Virus Di Komputer
Jika Anda mengkhawatirkan keamanan komputer dan data Anda, berikut adalah enam langkah mudah yang dapat membantu melindungi dan mengamankan semua yang telah Anda kerjakan dengan susah payah ke dalam komputer Anda.
Gunakan firewall internet
JIka Anda tidak menggunakan firewall, para penyerang dapat menemukan dan menyerang komputer Anda dalam waktu 15 menit setelah Anda terhubung ke internet. Jika Anda menggunakan akses Internet yang “selalu terhubung”, seperti cable modem atau DSL, Anda harus memasang firewall dan selalu memperbaruinya.
Terdapat 2 macam firewall: perangkat keras dan perangkat lunak. Firewall berbasis perangkat keras biasanya merupakan suatu router atau suatu komputer pribadi yang telah diatur untuk bertindak sabagai firewall bagi seluruh jaringan di rumah Anda. Saat ini, bagaimanapun juga, banyak firewall internet yang digunakan di rumah dan perusahaan kecil berbasis perangakat lunak. Firewall semacam ini bisa didapatkan dari pihak ketiga, seperti Zone Labs’ ZoneAlarm. Atau mungkin perangkat ini telah langsung terpasang dalam sistem operasi Anda, seperti ICF (Internet Connection Firewall) atau Windows Firewall pada Microsoft Windows XP, tergantung dari service pack yang telah Anda pasang.
Perbarui sistem operasi komputer Anda
Begitu firewall Anda terpasang, jagalah agar perangkat lunak paling mendasar komputer Anda– yaitu sistem operasinya — terus diperbarui dengan menggunakan perangkat lunak peng-update terbaru Anda. Kelalaian dalam melakukan hal ini akan mengakibatkan komputer Anda dalam keadaan yang sangat rentan karena kelalaian pada sistem operasi biasanya diketahui dan menjadi target para hacker dan cracker.
Jika Anda menggunakan sistem operasi terbaru, seperti Windows XP, Anda dapat menggunakan fitur Windows Update untuk secara manual men-download dan memasang update dari situs Microsoft Windows Update. Untuk secara otomatis men-download updates saat ini dan akan datang, aktifkan fitur Automatic Updates dengan mengklik Start > Control Panel > Security Center.
Manfaatkan perangkat lunak antivirus Anda sebaik-baiknya
Program perangkat lunak antivirus membantu melindungi komputer Anda terhadap sebagian besar virus, worms, Trojan horse, dan kode berbahaya lainnya. Banyak komputer baru telah dilengkapi dengan perangkat lunak antivirus. Tetapi, perangkat lunak antivirus harus diperbarui secara berkala, yang biasanya mengharuskan Anda untuk berlangganan pada perangkat lunak pembuatnya. Jika Anda tidak berlangganan untuk memperbarui perangkat lunak antivirus Anda, maka komputer Anda akan rentan terhadap ancaman baru. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memasang perangkat antivirus, gunakan, dan jaga agar tetap diperbarui. Update biasanya tersedia minimal seminggu sekali.
Setalah Anda memasang perangkat lunak antivirus, aturlah untuk melakukan pengecekan terhadap semua data yang ada, data-data yang masuk dan di-download, pesan email, dan lampirannya. Aktifkan jadwal “check for updates” untuk pengecekan harian.
Mencegah spyware, adware, dan spam
Banyak situs dan perangkat lunak gratis yang memata-matai para pengguna dan melaporkan kegiatan-kegiatan mereka kepada pihak ketiga yang kemudian menggunakan informasi tersebut untuk mengirimkan banyak email spam. Jika Anda menjelajahi internet, komputer Anda akan dimasuki spyware dan adware. Jika Anda berbagi data atau mengirimkan pesan singkat, Anda akan mendapatkan spyware dan adware lebih cepat lagi.
Perlindungan terbaik melawan spyware dan adware adalah dengan tidak men-download-nya dari awal. Untuk melindungi komputer Anda agar tidak men-download program yang membahayakan:
- Download program hanya dari situs yang Anda percayai
- Baca semua peringatan keamanan, perjanjian lisensi, dan pernyataan privasi dari setiap program yang akan di-download.
- Jangan pernah meng-klik Agree atau OK untuk menutup suatu window. Sebaliknya, klik tanda X merah pada sudut kanan atas window atau tekan Alt+F4 pada keyboard Anda untuk menutup suatu window.
- Berhati-hatilah dalam menggunakan program berbagi file musik dan film “cuma-cuma”, dan pastikan bahwa Anda sepenuhnya mengerti semua perangkat lunak yang menjadi satu paket pada program-program tersebut.
Untuk meminimalisasi spam, pertimbangkan pilihan-pilihan berikut:
- Tanyakan pada penyedia layanan Internet Anda untuk memastikan bahwa mereka menjalankan suatu tipe penyaring spam dan antivirus.
- Atur penyaring email dalam email client Anda (seperti Outlook Express, Eudora, dan lain-lain). Beberapa penyaring spam menandai email yang merupakan spam dengan memberikan tanda ***SPAM*** pada baris subyeknya. Yang lain meletakkan tanda X_SPAM atau judul serupa pada format area pesan tersebut. Anda dapat mengatur penyaring untuk menemukan pesan-pesan ini dan memindahkannya pada tempat terpisah agar Anda dapat menghapusnya kapan saja.
- Gunakan produk pihak ketiga, seperti Cloudmark Safety Bar, SpamAssassin, dan Bayesian Mail Filter, yang secara otomatis memindahkan spam yang dikenali dan menempatkannya dalam tempat yang terpisah untuk Anda.
Pilih pop-up blocker terpercaya
Anda sebaiknya memasang sebuah pop-up blocker, seperti Google toolbar atau StopZilla, pada browser Anda atau gunakan browser alternatif (Mozilla, Firefox, atau Opera) yang memiliki pop-up blocker didalamnya. Sebaiknya Anda menghindari program gratis dari vendor yang tidak jelas. Banyak program gratis yang mengandung spyware di dalamnya. Mereka mengiklankan bahwa mereka dapat melakukan sesuatu yang Anda inginkan, tetapi dibalik itu, mereka mengandung program yang dapat membahayakan komputer Anda.
Tip: Jika Anda menjalankan Windows XP dengan Service Pack 2, aktifkan Pop-up Blocker pada Internet Explorer. Anda dapat melakukannya dengan mengklik Tools > Pop-up Blocker > Turn on Pop-up Blocker.
Cara terbaik untuk menghentikan pop-up adalah dengan tidak pernah mengijinkan mereka memasang diri mereka pada komputer Anda sejak awal. Anda dapat melakukan hal ini dengan menghindari situs yang tidak jelas, dan jangan pernah men-download dan memasang program dari sumber yang tidak terpercaya.
Lindungi komputer dan data Anda secara fisik
Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, pastikan bahwa komputer dan data yang ada didalamnya aman secara fisik.
Buat backup salinan: Agar backup mudah dan cepat untuk dilakukan, atur semua dokumen dan data Anda pada folder yang benar. Kemudian Anda dapat dengan mudah menyalin semuanya pada Zip drive, CD, atau DVD, atau gunakan program atau layanan backup.
Jagalah keamanan backup Anda: Simpan media backup Anda diluar komputer: misalnya dengan menitipkannya pada teman atau keluarga, dalam kotak safety deposit, atau secara online dengan menggunakan layanan backup yang terpercaya.

Read More | komentar (1)

Pengertian Virus Komputer

Written By Unknown on Selasa, 06 Desember 2011 | 19.29

Selasa, 06 Desember 2011


Pengertian Virus Komputer - Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.
Read More | komentar (1)

Tips Pencegahan Virus Komputer


  Sebaik apapun antivirus yang kita gunakan + Update terbaru pun tidak menjamin komputer bebas dari virus, karena virus selalu berkembang dan update anti virus [sebagian besar] hanya mengikuti perkembangan virus itu sendiri ( jadi ketika virus sudah menyebar, kemungkinan anti virus bisa mendeteksi baru beberapa hari kemudian ). Tetapi Komputer tanpa anti virus jauh lebih rentan untuk terkena virus
Bagi sebagian besar pengguna, mungkin artikel ini sudah biasa dan bukan barang yang baru lagi, tetapi bagi pengguna biasa / awam mungkin dapat bermanfaat untuk mencegah virus masuk / menular ke PC kita. Mengingat perkembangan virus dalam negeri yang begitu pesat. Hal ini mungkin karena banyaknya [adanya] source code yang menjelaskan cara pembuatan virus yang dipublikasikan secara umum, yang mungkin maksudnya sekedar tukar informasi saja, tetapi diluar itu kemungkinan banyak yang mengembangkan sendiri untuk membuat virus dan memancing programmer untuk mencoba-coba.
Beberapa hal yang perlu di persiapkan untuk mencegah virus masuk/menular ke komputer kita adalah:
  • Gunakan antivirus yang senantiasa di update, paling tidak seminggu sekali, jika online maka aktifkan auto update pada antivirus
  • Non aktifkan fasilitas autorun pada komputer kita, sehingga CD-ROM maupun flashdisk yang kita masukkan ke komputer tidak langsung menjalankan file yang ada di dalamnya. Bagi yang belum tahu, bisa dilihat caranya disini
  • Tampilkan semua ekstensi file windows, termasuk file system windows. Caranya : Di windows explorer buka menu Tools > Folder Options… kemudian pilih tab
  • view Kemudian pilih (aktifkan) opsi “show hidden files and folder”, hilangkan check pada pilihan “Hide extensions for known file types”, juga hilangkan tanda check pada “Hide protected operating system files (Recommended)”.
  • Periksa setiap flashdisk yang dimasukkan apakah ada file autorun.inf, jika ada coba dilihat isinya, jika mengacu ke sebuah file .exe, .dll atau .scr yang aneh / hidden, segera hapus file-nya atau scan dengan antivirus
  • Ini yang mungkin sangat penting : Jika komputer digunakan oleh banyak orang, minta agar pengguna berhati-hati sebelum menjalankan sebuah file, jangan hanya melihat icon-nya, tapi melihat ekstensinya. Misalnya file itu dengan icon ms word, excel, gambar, mp3 dsb tetapi kok berekstensi .exe, .scr, .vbs, .bat atau tidak sesuai dengan iconnya, harap diwaspadai
  • Gunakan tools / program seperti autoruns untuk melihat file/program apa saja yang berjalan ketika windows diaktifkan. Jika ada program yang aneh segera tanyakan kepada orang yang lebih tahu.
Read More | komentar

Cara Kerja Penyerangan Virus

   Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat mengakibatkan kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System. Virus yang ganas akan merusak perangkat keras.

Read More | komentar

Jenis-jenis Virus


 1. Virus Compiler, virus yang sudah di compile sehingga dapat dieksekusi langsung. Ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan mengalami perkembangan pesat sekarang. Virs pertama ini sangatlah sulit dibasmi karena dibuat dengan bahasa rendah, assembler. Memang bahasa ini cocok untuk membuat virus namun sangatlah susah menggunakannya. Keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.
2. Virus File, adalah virus yang memanfaatkan file yang dapat diijalankan/dieksekusi secara langsung. Biasanya file *.EXE atau *.COM. Tapi bisa juga menginfeksi file *.SYS, *.DRV, *.BIN, *.OVL dan *.OVY. Jenis Virus ini dapat berpindah dari satu media ke semua jenis media penyimpanan dan menyebar dalam sebuah jaringan.
3. Virus Sistem, atau lebih dikenal sebagai virus Boot. Kenapa begitu karena virus ini memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Sering terdapat di disket/tempat penyimpanan tanpa sepengetahuan kita. Saat akan menggunakan komputer(restart), maka virus ini akan menginfeksi Master Boot Sector dan System Boot Sector jika disket yang terinfeksi ada di drive disket/tempat penyimpanan.
4. Virus Boot Sector, virus yang memanfaatkan hubungan antar komputer dan tempat penyimpanan untuk penyebaran virus.Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
5. Virus Dropper, suatu program yang dimodifikasi untuk menginstal sebuah virus komputer yang menjadi target serangan. setelah terinstal, maka virus akan menyebar tetapi Dropper tidak ikut menyebar. Dropper bisa berupa nama file seperti Readme.exe atau melalui Command.com yang menjadi aktif ketika program berjalan. Satu program Dropper bisa terdapat beberapa jenis Virus.
6. Virus Script/Batch, awalnya virus ini terkenal dengan nama virus batch seperti yang dulu terdapat di file batch yang ada di DOS.Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.
7. Virus Macro, virus yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi seperti Ms Word, Ms Excel, Corel WordPerfect dan sebagainya. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.
8. Virus Polymorphic, dapat dikatakan virus cerdas karena virus dapat mengubah strukturnya setelah melaksanakan tugas sehingga sulit dideteksi oleh Antivirus.
9. Virus Stealth, virus ini menggunakan cara cerdik, yakni dengan memodifikasi struktur file untuk meyembunyikan kode program tambahan di dalamnya. Kode ini memungkinkan virus ini dapat menyembunyika diri. Semua jenis virus lain juga memanfaatkan kode ini. Ukuran-ukuran file tidak berubah setelah virus menginfeksi file.
10. Virus Companion, virus jenis ini mencari file *.EXE untuk membuat sebuah file *.COM dan menyalin untuk meletakkan virus. Alasannya, file *.COM berjalan sebelum file *.EXE.
11. Worm, ini adalah sebuah program yang bersifat parasit karena dapat menduplikasi diri. Akan tetapi, worm tidak menyerupai virus karena tidak menginfeksi program komputer lainnya. Oleh karena itu, Worm tidak digolongkan ke dalam virus. Mainframe adalah jenis komputer yang sering diserang Worm. Penyebarannya pada komputer lainnya melalui jaringan. Dalam perkembangannya Worm mengalami “mutasi genetik” sehingga selain membuat suatu file baru, ia pun akan berusaha menempelkan dirinya sendiri ke suatu file, ini biasa disebut virus Hybrid.
12. Virus Hybrid, virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
13. Trojan horse, disebut juga kuda troya. Trojan Horse tidak menyebar seperti yang lain. Karena itu, Trojan   Horse tidak tergolong virus walaupun karakteristiknya sama. Trojan menginfeksi komputer melalui file yang kelihatannya tidak berbahaya dan biasanya justru tampaknya melakukan sesuatu yang berguna. Namun akhirnya virus menjadi berbahaya, misalnya melakukan format hardisk.
Read More | komentar

Recent Post

 
Copyright © 2011. THE LIGHT NEON . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website